Ada kata-kata yang terlintas di fikiranku " Jika kita tidak siap harus kehilangan, sebaiknya tidak memiliknya sejak awal "
Ujian Nasional sudah dilewati. Target yang aku tentukan akhirnya tercapai dengan sempurna. Untuk masuk ke universitas terkenal.
Dan akhirnya tibalah hari perpisahan. Ravi bersikap seakan tidak terjadi apa2. Aku merasa bahwa ini akan benar2 berakhir.
Saat aku memandanginya dari kejauhan dengan mata yang sayu dan dalam hati berkata "Sejak pertama kali kita bertemu dulu, pintu maupun jendela hatiku sebenarnya sudah mulai terbuka lebar untuk memberi maupun menerima simpati atau rasa suka yang khusus dan mendalam terhadap kamu, tapi kemudian secara sadar maupun dalam mimpi-mimpiku yang indah-indah, ternyata dirimu hampir selalu muncul dalam wujud yang makin baik dan makin menyenangkan terus. Dan inilah yang aku maksud dengan 'I love you sejak dulu!' Apakah kamu juga begitu?"
Aku merasa sekarang Ravi agak jaga jarak denganku. Terkadang aku menyesal tidak seharusnya aku melakukan itu semua. Mungkin karena dia merasa terganggu jika ia dekat denganku.
Setiap kata dari bibirku kadang tak sama dalam hatiku.
Aku sangat mengenalmu
Tapi kau tak pernah ada pengertian
Kusenang kusedih kau tak mau tau.
Dulu kau tak begitu.
Ku tak pernah membenci dirimu.
Aku ingin mewujudkan impianku bersamamu. Mengelilingi dunia bersama-sama.
2 tahun berlalu. Lalia tetap setia dengan komitmen yang telah ia buat.
Jum'at, 19 Februari 2020.
Seorang perempuan dengan high heels dan pakaian yang berwarna cream lengkap dengan cardigan berwarna cokelat muda dan tas hitam sedang berjalan di sebuah taman kota tampak kerepotan membawa buku2 yang sedang ia bawa. Dan secara tidak sengaja menabrak seseorang sehingga Lalia terjatuh dan buku2 pun berserakan. Ternyata orang yang menabraknya adalaha Ravi. Ia sangat terkejut dan menangis haru melihat apa yang ditatapannya sekarang. Ya. Terlihatlah sosok Ravi sudah menggunakan seragam apa yang selama ini Ravi cita2kan. Dan orang yang selama ini Lalia tunggu dengan setia. Ravi tersenyum sambil merapihkan buku yang beserakan. Dan menyapaku "Hallo Lalia, apa kabarmu ?" Sambil mengembalikan buku2 itu ke tanganku.
Epilog** Jika perasaan datang tanpa mengetuk pintu maka perasaan itu bisa pergi tanpa mengatakan selamat tinggal. Tanpa kita duga akan datang dengan sendirinya sesuai dengan waktu**
Tidak ada komentar:
Posting Komentar