Sabtu, 27 Mei 2017

Puisi

Tak Mungkin
Awan yang sedang tersenyum
Di tengah luasnya langit terang
Ada bintang yang tak terlihat dari sudut mata
Yang mencoba mendekat

Sayang baginya
Rasa ini seperti berada di balik senja
Terang sejenak lalu perlahan tenggelam

Dikala senja telah pergi
Seribu bintang merenung
Menyaksikan pejam matanya
Atas rasa dan perasaan teruntuk
Rasamu padaku telah mati bahkan tiada sebelumnya

Aku bagaikan karang yang menunggu di tepi
Terhempas oleh ombak yang dingin

Bintang tersadar
Tidak semua penghuni langit
Akan mengitari langit
Tanpa adanya suatu keajaiban

Tersadar
Aku bukanlah matahari
Tapi aku mampu beri janji
Jadi pelangi saat hujanmu pergi
Hingga nanti hujan kan datang kembali



Jakarta, 21 Mei 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar