Prolog **Menemukan seseorang yang tepat tidaklah mudah. Siapapun yang terlibat dalam kehidupan kita nantinya akan menjadi orang yang tepat dengan seiring berjalannya waktu**
Lalia Pranita. Perempuan yang cukup tinggi, pintar, pendiam, kulit sawo matang dan agak sedikit kuper.
Lulus dengan nilai yang cukup memuaskan dan membuat orangtua senang. Dan berhasil masuk kesalah satu SMA yang favorit.
Pagi yang cerah, tidak terasa hari ini adalah hari pertama masuk sekolah baru. Berjalan dengan semangat dan perasaan gembira dan tidak sengaja aku melihat sekerumunan siswa di dekat pintu kelas dari sekian banyak ruang kelas. Aku pun berjalan perlahan mendekati kerumunan itu. Dan ternyata itu hanyalah secarik kertas daftar nama kelas.
Akibat lupa bertanya pada Ayah, aku bingung harus masuk ke kelas yang mana, lalu aku pun berfikir. Apakah aku harus melihat satu persatu daftar nama kelas dari ujung sampai ke ujung.
Setelah semua ku lihat, ternyata aku masuk ke salah satu daftar nama kelas terakhir. Kelas 10-I. Akupun mulai mencari tempat duduk, ternyata hanya sisa satu bangku yang kosong, tepat di depan meja guru. Aku pun segera meletakkan tas berwarna biru muda yang tidak terlalu berat di bangku itu. Lalu aku bergegas keluar kelas mencari teman SMP yang bersekolah disini juga. Ratna dan Andani. Memang tidak terlalu banyak, tetapi cukup membuatku tidak merasa sendirian di sekolah ini walaupun nantinya aku akan mendapat teman baru. Bel pun berbunyi, tanda bahwa kita harus masuk ke kelas masing2 karena kita bertiga berbeda kelas. Menurutku mungkin tidak terlalu buruk jika aku tidak satu kelas dengan mereka. Itu cukup memberi peluang bagi diri masing2 untuk bisa menyesuaikan diri dengan teman2 baru.
Aku pun masuk kedalam kelas, menuju tempat duduk yang paling diperhatikan oleh guru. Akupun menyapa teman sebangkuku dan ternyata dia perempuan. Tadinya aku mengira ia laki2 karena warna tasnya hitam. Hari pertama sudah pastinya tidak belajar, sudah bisa ditebak hari pertama itu pelaksanaan MOS (Masa Orientasi Siswa). Akhirnya masa MOS selama 3 hari selesai.
Dari awal aku masuk sekolah aku sudah berjanji untuk fokus mengejar cita- citaku menjadi Pramugari. Sehubungan dengan badanku yang memang cukup tinggi daripada teman2ku yang lainnya. Dan akan mewujudkan mimpiku untuk bisa berkeliling dunia. Aku juga berkomitmen untuk tidak menjalin hubungan sebelum waktunya (pacaran).
Tidak terasa sudah sebelas bulan aku bersekolah dan sudah waktunya untuk UKK ( Ulangan Kenaikan Kelas). Dengan semangat aku belajar siang dan malam agar mendapat nilai bagus. Dan apa yang aku harapkan terwujud sesuai dengan usaha dan doa yang aku panjatkan kepada Allah SWT.
Tibalah waktunya liburan. Selama liburan aku tidak pernah putus kontak dengan teman2ku, dan kabarnya namaku masuk kedalam salah satu daftar nama kelas unggulan. Andani yang memberitahuku melalui foto daftar nama kelas yang dikirim kepadaku. Dan disitu juga tertulis nama Andani, Aku sangat senang. Karena pada kenyataannya masuk ke kelas itu tidaklah mudah, hanya orang2 yang terpilih yang bisa masuk ke kelas itu.
Tibalah waktunya hari pertama masuk sekolah dengan kelas yang baru dan teman2 yg baru lagi.
Kelas 11-A, kali ini aku tidak mendapat tempat duduk yang katanya menyeramkan. Benar, aku tidak lagi duduk didepan meja guru. Kali ini pasti aku tidak akan salah mengira teman sebangkuku lagi. Karena sudah jelas warna tas merah muda. Sudah pasti perempuan, namanya Hilda. Orangnya cukup baik, tinggi, putih, pintar, dan selalu setia mengikuti kemana pun aku pergi, begitupun sebaliknya kemanapun dia pergi aku pun selalu ada disampingnya.
Tidak butuh waktu lama kita pun semakin akrab, kita belajar bersama2, memecahkan masalah bersama-sama. Kita berdua sudah seperti permen karet (lengket) tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Jika Hilda punya masalah, dia selalu cerita dan meminta solusinya padaku baik itu senang ataupun sedih. Begitupun sebaliknya. Kami berdua saling timbal balik.
Tibalah waktunya untuk kegiatan rutin setiap Hari Senin. Ya. Upacara Bendera. Baris dengan tertib dan rapih, bisa dibilang mirip ikan asin yang dijemur. Kurang lebih satu jam kami berdiri dilapangan mendengarkan pembina upacara berpidato tentang tema yang sama2 saja setiap minggunya.
Berbunyilah dengan merdu bel sekolah memasuki jam pelajaran pertama. Jam pertama sampai jam kedua itu pelajarannya Bahasa Indonesia. Dengan setia kami menunggu ibu guru datang ke kelas, tapi tampaknya ia berhalangan hadir karena ada keperluan mendadak yang harus diselesaikannya. Tetapi ketika guru tidak datang, tugas tetap datang. Karena tugas sudah menunggu kami minta segera diselesaikan. Tugasnya membuat mading tentang peringatan Bulan Bahasa secara berkelompok dengan masing2 kelompok beranggota 4 orang. Hilda mengajak Andani dan Dida untuk bergabung dengan kami. Kami pun sepakat untuk bekerja kelompok di rumah Hilda esok hari.
Tibalah hari dimana kita harus mengumpulkan tugas kami. Dan ternyata hasil karya kelompok kamilah yang mendapat nilai tertinggi. Kami berempat sangat senang dan kami saling berpelukan dengan menunjukkan kekompakkan kami.
Aku duduk terdiam di depan meja belajarku dengan lampu belajar yang masih menyala seusai mengerjakan PR Matematika yang begitu panjang dan ribet cara menyelesaikannya. Mataku tertuju pada sebuah benda yang selalu bergerak setiap detik. Benda itu adalah jarum jam yang menunjuk angka 21.30.
Aku teringat kejadian tadi pagi disekolah. Hari ini adalah hari yang sangat menyenangkan. Setelah melewati hari demi hari bulan demi bulan berlalu, banyak peristiwa yang tidak pernah aku alami selama aku kelas 10. Dan aku sadar kelas 11 lebih menyenangkan dibandingkan kelas 10. Tapi semua itu tidak sia2 karena setiap waktu yang telah berlalu adalah pelajaran bagi kehidupan kita dan kehidupan nantinya.
Tidak terasa sudah waktunya kami akan naik ke kelas 12. Itu artinya kita tidak lama lagi akan meninggalkan sekolah yang penuh kenangan ini. Tempat kita tumbuh lebih dewasa setiap harinya, mendapat pelajaran hidup setiap detiknya, dan mendapat teman untuk berbagi kisah kehidupan. Serta guru2 yang mengajajarkan kami dari tidak tahu apa2 sampai kami benar2 mahir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar