Sabtu, 27 Februari 2016

Novel 3

Berjalan dengan santai pulang ke rumah. Dengan langkah yg berat karena lelah. Melepas sepatu dan melemparnya ke rak sepatu yang letaknya tidak terlalu jauh dari pintu. Masuk ke kamar yang sedikit berantakan karena PR semalam. Dengan berat tangan menaruh tas di lemari. Dan lekas mandi. Lalu bergegas turun untuk mengisi perut yang tidak bisa diajak kompromi lagi. Sambil makan, memikirkan apa yang telah terjadi disekolah tadi. Aku mendapat nilai matematika jelek. Aku berfikir apa penyebabnya. Ini adalah pertama kalinya aku mendapat nilai seperti itu.  Aku takut ketahuan mama. Jika ia melihat kertas itu, aku harus siap dipotong uang sakuku selama 1 minggu.


Dengan asyik aku menonton drama kesukaanku. Aku hampir lupa jika hari ini adalah hari pertama Bimbingan Belajar dimulai. Dengan bergegas aku menyiapkan peralatan dan segera menuju tempat bimbingan belajar.  Aku menduga bahwa aku akan telat sampai disana. Karena ini adalah hari pertama masuk. 

Sesampainya disana aku bertemu dengan Geng Paparazi. Mereka sudah datang lebih dulu daripada aku. Akupun bertanya pada Nahati  apakah ada orang lain dari sekolah kita selain anak kelas 12-A. Nahati menjawab iya. Dan kamipun mendengar suara kendaraan bermotor sedang memarkirkan kendaraannya.

Ternyata orangnya adalah Putra dan temannya. Aku tidak pernah melihat ia sebelumnya, tetapi dia satu sekolah dengan kita, tetapi berbeda kelas.

Ibu kepala yayasan datang menghampiri kami bahwa sudah saatnya kami masuk ke kelas. Kelasnya tidak begitu besar tapi cukup bersih dan nyaman. Ada AC dan kipas angin, serta meja2 yang panjang tanpa bangku tetapi beralasakan karpet yang tidak terlalu empuk untuk kita duduki. Saat aku memperhatikan seisi ruangan ini dari ujung sampai ke ujung. Masuk lah segerombolan anak2 dari sekolah lain. Betapa terkejutnya aku ketika aku memperhatikan mereka dan ternyata orang yang paling belakangan masuk adalah Pita dan Rahma. Teman satu sekolah kami yang ternyata sudah lebih dahulu masuk bimbingan belajar disini.


Tidak sampai 5 menit. Guru pembimbing kami pun masuk mengucapakan salam perkenalan dengan ramah. Aku mengira guru pembimbing kami adalah ibu2 atau bapak2 ternyata kakak2 kuliahan.
Tidak lama mengucapakan salam perkenalan diri masing2. Dan temannya Putra ternyata namanya Ravi. kami pun memulainya dengan doa dan memulai pelajaran.


Sudah 3 bulan kami mengkuti bimbingan belajar. Pertemanan kami makin akrab satu sama lain. Entah ini pertemanan atau apa ?
Akupun juga tidak tahu. Biarlah semua berjalan dengan sendirinya.


Setelah selesai membantu pekerjaan ibuku. aku mengambil benda berbentuk persegi panjang dengan lampu yang menyala dan terkadang berbunyi jika terjadi sesuatu. Lalu aku segera melihat pembaruan yang telah orang lain lakukan di handphonenya masing2 di sebuah sosial media. Dan aku melihat pembaruan Ravi. Ia mengganti gambar tampilan di kontak nya dengan hal yang dapat membuatku berkomentar. Dan lama kelamaan dengan seiring berjalannya waktu tanpa aku sadari semakin hari aku lebih dekat dengannya. Ada saja hal yang kami berdua bicarakan dari penting sampai  yang tidak terlalu penting, serta bertukar informasi sesuai hobi kami. 

Arah jarum jam sudah menunjukkan waktunya untuk kita pulang. Hari sudah semakin sore, langit semakin gelap. Hari ini Pita teman pulangku tidak hadir. Hanya aku sendiri, yang tidak membawa kendaraan. Geng Paparazi botig(bonceng tiga). Ketika aku berjalan sendirian hendak pulang kerumah Ravi menghampiriku. Ia mengajakku untuk ikut bersamanya. Ia berkata "Kita kan pulangnya searah, dan kamu tidak ada teman pulang. Kamu mau ikut denganku ?", Kata Ravi. Aku pun berkata "Boleh", jawabku. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar